
Mojokerto – Kondisi armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto menjadi sorotan setelah ditemukan bak truk yang berlubang sehingga menyebabkan sampah berjatuhan di sepanjang jalan Mojoanyar, Rabu (25/3/2026).
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi tersebut karena sampah yang tercecer menimbulkan bau tidak sedap serta mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain itu, kondisi ini dinilai berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan pengendara, terutama saat sampah berserakan di badan jalan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto mengakui bahwa armada pengangkut sampah yang dimiliki saat ini masih jauh dari kata ideal. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan armada mencapai sekitar 200 unit, namun hingga kini baru sebagian kecil yang bisa dilakukan perbaikan.

“Memang kebutuhan armada belum terpenuhi. Saat ini DLH masih berproses melakukan perbaikan, karena pada tahun sebelumnya tidak ada kegiatan pemeliharaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari total kebutuhan tersebut, baru sekitar 22 unit yang telah mendapatkan perbaikan. Kondisi ini membuat operasional pengangkutan sampah belum berjalan maksimal, sehingga masih ditemukan kendala di lapangan seperti kebocoran bak truk.
Pihak DLH berharap adanya tambahan anggaran ke depan agar peremajaan dan perbaikan armada bisa dilakukan secara bertahap. Dengan demikian, pelayanan pengangkutan sampah kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan tidak lagi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.
Sementara itu, warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar permasalahan ini tidak terus berulang dan kebersihan wilayah tetap terjaga.(Eko)
