
JOMBANG — Gedung Aula Bung Tomo Kabupaten Jombang menjadi saksi berkumpulnya berbagai elemen organisasi kemasyarakatan, LSM, YLBH, YLPK, serta insan media dari berbagai wilayah Jawa Timur dalam agenda Deklarasi YAKUZA MANEGES Jombang–Mojokerto (JOKER).

Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi lintas organisasi yang mempertemukan sejumlah tokoh dan pimpinan lembaga dalam suasana penuh keakraban. YLBH Garda–Sakera turut hadir bersama sejumlah organisasi lainnya, menunjukkan keterlibatan mereka dalam ruang dialog dan kebersamaan antarelemen masyarakat.(26/09/2026).
Agenda yang dipimpin langsung Den Gus Thuba (DGT) tersebut berlangsung di Gedung Aula Bung Tomo, Kabupaten Jombang. Sejumlah perwakilan Pemerintah Kabupaten Jombang, unsur DPRD Kabupaten Jombang, pimpinan organisasi, LSM, YLBH, YLPK, serta elemen masyarakat turut hadir.

Di antara tokoh yang disebut hadir yakni KH. Syarif Hidayatullah, S.T., M.MT. atau Gus Sentot, serta Adi Nova, Ketua Umum YLBH Garda–Sakera. Sejumlah organisasi seperti MADAS dan Sakera Mojokerto juga tampak dalam kegiatan tersebut.

Deklarasi yang Dikemas dalam Nuansa Kebersamaan, dalam Rangkaian acara diawali dengan suasana kebangsaan melalui lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan hiburan Tari Remo. Nuansa formal berpadu dengan suasana kekeluargaan ketika para pimpinan organisasi berkesempatan berdialog dan bersilaturahmi.
Bagi para peserta, pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni deklarasi. Forum itu menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai latar belakang organisasi dalam satu tempat.
Ketua Umum YLBH Garda–Sakera Adi Nova bahkan menyampaikan candaan yang menggambarkan suasana keakraban dalam pertemuan tersebut.

“Kalau bukan karena Den Gus Thuba dan YAKUZA MANEGES, kita tidak akan kumpul dan bertemu jadi satu seperti ini, terlebih dalam satu ruangan di Gedung Aula Bung Tomo,” ujar Ketua eksekutif Pusat Bapak Hery Simplex disambut suasana akrab.
Dalam kesempatan tersebut, DGT menegaskan komitmen YAKUZA MANEGES untuk membangun hubungan baik dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk dengan TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, lembaga bantuan hukum, LSM, hingga kelompok masyarakat di Jawa Timur.
Semangat yang dibangun dalam pertemuan tersebut diarahkan pada pentingnya komunikasi dan silaturahmi lintas organisasi, sehingga berbagai elemen masyarakat memiliki ruang untuk saling mengenal, bertukar gagasan, dan membangun hubungan kelembagaan.
YAKUZA MANEGES dan Semangat Pembinaan, YAKUZA MANEGES disebut berada di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin, yang didirikan oleh almarhum KH. Hamim Jazuli atau Gus Miek.

Dalam penjelasan yang disampaikan mengenai organisasi tersebut, YAKUZA MANEGES dibentuk sebagai wadah pembinaan spiritual dan kemanusiaan bagi masyarakat, termasuk mereka yang merasa pernah berada di lingkungan sosial yang kurang mendapat ruang penerimaan.
Nama “YAKUZA” sendiri, sebagaimana dijelaskan melalui akun resmi media sosial YAKUZA MANEGES, merupakan akronim dari “Yang Awalnya Kotor Ujungnya Zuhud Abadi.”
Makna tersebut menjadi bagian dari identitas dan narasi pembinaan yang dibawa organisasi tersebut.

Apresiasi untuk Lembaga dan Insan Media, Tidak hanya menjadi ajang deklarasi dan silaturahmi, kegiatan tersebut juga diwarnai pemberian penghargaan kepada sejumlah lembaga, termasuk YLBH, ormas, LSM, serta jurnalis yang dinilai memiliki peran dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Bagi YLBH Garda–Sakera, kehadiran dalam momentum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat sekaligus memperluas jejaring silaturahmi antarlembaga.
Deklarasi YAKUZA MANEGES Jombang–Mojokerto akhirnya tidak berhenti sebagai sebuah seremoni. Pertemuan di Aula Bung Tomo tersebut memperlihatkan bagaimana berbagai organisasi dengan latar belakang berbeda dapat duduk bersama dalam satu forum, bertukar gagasan, dan memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat Jawa Timur.
Jombang, satu panggung mempertemukan banyak elemen: silaturahmi dibangun, jejaring diperkuat, dan semangat kemanusiaan kembali digaungkan. (Redaksi).
