
Mojokerto – Pemerintah Desa Brayung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, melaksanakan pembangunan jembatan di Dusun Belahan sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat. Proyek tersebut merupakan pembangunan jembatan menuju kawasan KDMP dengan volume masing-masing 5 meter x 3 meter di dua titik lokasi.
Pembangunan jembatan ini didanai melalui anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2026 dengan nilai rencana anggaran biaya sebesar Rp 36.330.000. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara swakelola oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Brayung dengan target waktu pengerjaan selama 30 hari kalender.
Ketua TPK, Yoyok Widarto, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat menuju lokasi KDMP. Menurutnya, keberadaan jembatan sangat penting dalam menunjang mobilitas warga, khususnya dalam kegiatan ekonomi dan aktivitas sehari-hari.
“Pembangunan jembatan KDMP ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses jalan bagi masyarakat, sehingga aktivitas menuju lokasi tersebut menjadi lebih lancar dan aman,” ujar Yoyok, Senin (27/4/2026).
Sementara itu, Kepala Desa Brayung, Sugeng Siswanto, juga mengungkapkan harapannya agar pembangunan jembatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan infrastruktur yang berdampak langsung bagi warga.
“Semoga pembangunan jembatan ini benar-benar bisa digunakan sebagai akses jalan menuju KDMP dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Brayung,” tuturnya.
Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin baik serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah setempat.(Red)
